Mengintip Masa Depan Melalui Tradisi Sasak NYEPUT/BEREGEM yang Dikaitkan dengan Teori Sastra Pragmatik, Mimetik dan Sosiologi Sastra


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Hay Hay Hay. Nggak mau nanya kabar deh karena aku tau kalian semua sehat - sehat aja kan? Iya kan? Secara kalian  pergi Undangan Maulid nya 3 kali sehari :v. Bulan Perbaikan Gizi memang. Semoga Berkah Ya Maulidnya.
Memeriahkan Hari Lahir Nabi Muhammad dengan bersyukur dan membuat berbagai macam menu di bulan berkah serta mengundang sanak saudara dan teman-teman termasuk cara melestarikan budaya Sasak juga loh. Karena setiap tahun di Lombok khususnya, perayaan Maulid ini dirayakan secara meriah.

Sambil merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita melestarikan budaya Sasak dengan membaca artikel ku ini hehehe, biar tambah melimpah pengetahuan tentang Naskah Kuno yang berupa Takepan dan ada lagi satu nih tradisi yang berkaitan dengan Takepan yaitu NYEPUT. Kali ini Pembayun (Penggiat Naskah Kuno) yang aku datangi bernama Mamiq  Upik yang beralamat di Kuripan Lombok Barat.

Kali ini aku bukan berkunjung hanya untuk tau ramalan masa depan hehe tapi harus bisa mengaitkan karya sastra ini yang berupa Takepan melalui kegiatan nyeput dengan teori-teori sastra yang ada. So, tanpa harus mengulur-ulur waktu seperti dia yang mengulur hati wkwkwk langsung saja ya dibaca sampai bawah lalu jangan lupa KOMENTAR di kolom yang tersedia.




Beragem atau Nyeput berasal dari kata Agem yaitu pegang. Kalau di Lombok bagian Timur dan Selatan istilahnya adalah Bejeputan/Nyeput, nah kalau di Desa Kuripan disebut dengan BERAGEM. Kegiatan atau tradisi Jeputan ini biasanya dilakukan diakhir acara Pepaosan (Pembacaan Naskah Kuno). Apabila acara Pepaosan sudah selesai kemudian semua Takepan ditutup, barulah dilakukan Nyeput/Beragem oleh orang-orang yang hadir pada saat itu. Nyeput/Beragem menggunakan Lelontaran ini digunakan hanya untuk menggambarkan bagaimana kelanjutan kehidupan kita nanti misalkan setelah lulus kuliah mau jadi apa, sejenis dengan ramalan tarot atau zodiak gitu. Hasil Nyeput biasanya benar-benar terjadi tetapi itu atas Kuasa Allah SWT. Semua benda/tulisan yang dipercayai atas kehendak Allah SWT. Sama seperti kita di dunia ini, apapun yang kita lakukan dan jalani atas kehendak Allah SWT juga kan?. Kita juga tidak boleh berpegang pada suatu benda. Tapi semua benda berpengaruh atau tidaknya tergantung kepada Allah SWT.


Tulisan-tulisan dalam Lelontaran yang digunakan untuk Nyeput ini sudah mumpuni dan terpercaya. Takepan yang digunakan kali ini untuk tradisi Nyeput bernama Takepan/Lontar Puspakarma artinya Bunga (Puspa). Takepan ini berisi kebaikan. Apa yang kita lakukan dengan kebaikan maka akan diberikan balasan/imbalan kebaikan pula. Ingat ya kalau menolong atau mengerjakan sesuatu harus ikhlas.

Oke selanjutnya masuk pada pembahasan pertama yaitu kaitan karya sastra ini dengan teori sastra yang pertama yaitu teori Sosiologi Sastra. Sosiologi Sastra merupakan perkawinan ilmu sosiologi dan sastra. Sosiologi adalah telaah yang objektif dan ilmiah tentang manusia dan masyarakat, telaah tentang lembaga sosial dan proses sosial. Sosiologi mencoba mencari tahu bagaimana masyarakat dimungkinkan, bagaimana ia berlangsung, dan bagaimana ia tetap ada. Hubungannya dengan Takepan Puspakarma ini adalah masih sering digunakan dalam acara-acara kemasyarakatan.

Takepan Puspakarma juga sering dibaca disaat akan panen raya. Zaman dulu di Desa Kuripan saat panen raya dilaksanakan ada tradisi yang dilakukan sebagai penghormatan kepada sapi/kerbau yang membajak sawah saat setelah berhasil panen. Bukan hanya memanfaatkan tenaganya saja ya. Sehingga nantinya kerbau tersebut dapat memberikan keturunan lagi kemudian anak-anak kerbau dapat menggantikan orang tua nya  untuk membajak sawah hehehe.

Masyarakat mempersiapkan macam-macam ketupat  sebagai syarat yang digunakan dalam tradisi  penghormatan kepada kerbau  yaitu ketupat bernama Topat Dewe umur, Topat Teloq, Topat Kepale Datu. Kerbau laki-laki digantungkan Topat Songo pada lehernya. Dan apabila ada kerbau yang melahirkan maka anak kerbau tersebut akan digantungkan ayam bakar di lehernya.  Pada zaman dahulu dalam membajak sawah  masih menggunakan kerbau karena lebih berkah karena disertai dengan kesabaran dalam mengerjakan sawah dibandingkan dengan Kerbau Jepang yaitu   "Traktor".

Selanjutnya yaitu kaitan Teori Sastra yang kedua. Teori selanjutnya adalah Teori Pragmatik .
Pendekatan atau Teori Pragmatik ini adalah memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Jadi nantinya aku akan tau nih apa arti dan makna yang terkandung didalam Lelontaran yang dipilih.

Sebelum Nyeput/mengambil lontar secara acak, kita harus berniat dengan baik, tulus dan ikhlas didalam hati sanubari agar dapat bermanfaat untuk kehidupan kita selanjutnya serta dapat dijadikan motivasi hidup. Jangan lupa Bismillahirrahmanirrahim.  Deg-deg an dong saat  ngambil sekaligus nungguin dibacain maknanya.
Bunyinya kurang lebih seperti ini (maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dalam penulisan latin dari Aksara Kawi ini karena masih belajar).



Raje Putre akhwi ngariwong waroanesire. Hingsun Putre sak ngaji saking Puspekerme Negara. Kautus dire sanakke ring Sangsiang angulati. Usademire hadan macan Agelis. Samiq apiyak Raje Putre majengringwanadri harge duskalintang. Amanggi arah arah kejembargebeg kedining Asti Padang tekapte mare sewi ngucapin. Marak tesirkam amber arakaji putre mesem sang raje siwi asti sedaye hingsun Putre senate ring Puspekerme emali lini linueh. Agung Kalintang. Hingsun Putre saq ngaji. Angulati husade Raje Sangsian nenuranne duesiwi. Suminggah te sire sun alumiwa hing sire hasti Mungkur sedaye Kiki Anggawi Margi Raje Putre hadan lumaris.


Jika di Indonesiakan mempunyai arti begini :
Raden Teruna/Putra Raja perlu kau tau sekarang ini saya ini adalah anak Raja dari Negara Puspakarma. Saya utusan Raja juga yaitu Raja Sangsiang. Saya ingin mencari obat Raja Sangsiang. Kebetulan saat mencari obat dihadang oleh macan yang bisa berbicara. Setelah Putra Raja mengatakan dia adalah utusan Raja sekaligus anak Raja maka macan dan semua macan di sana tersebut langsung diberikan jalan untuk masuk kehutan untuk mencari obat Raja tanpa dihalangi lagi. Ternyata yang dimasuki Putra Raja adalah hutan yang sangat luas. Disana Putra Raja mendapatkan rintangan lagi berupa suara-suara. Ada penghuni hutan yang mendekati Putra Raja sambil mengendus-endus ,karena kedatangan orang baru. Kebetulan semua yang tadi mengendusnya semakin lama semakin maju mendekati Putra Raja. Akan tetapi makhluk yg mengendus ini tiba-tiba tersenyum. Saya adalah Putra Raja Puspakarma yang sangat tersohor dan memiliki kekuasaan yang besar . Disaat Putra Raja mengatakan dia adalah anak raja dan akan mencari obat untuk Raja Sangsiang maka makhluk-makhluk itu memberikan jalan sampai benar-benar tidak ada lagi yang menghalangi perjalanan mereka.


Bagaimana? Dapat ditebak dengan sangat mudah kan apabila dikaitkan dengan kehidupan ku yang akan datang atau yang sedang aku jalani saat ini hehehe. Pada tahap ini ada hubungan juga antara karya sastra ini dengan Pendekatan/Teori Mimetik. Teori Mimetik adalah pendekatan yang berupaya memahami hubungan karya sastra dengan realitas/kenyataan (berasal dari kata mimesis (bahasa Yunani) yang berarti tiruan).

Kesimpulan Takepan yg aku ambil berkaitan dengan kehidupan ku dimasa kini dan masa depan adalah tidak ada hambatan diperjalanan yang didapat, semua mulus dan berjalan dengan baik. Tetapi apabila ada banyak rintangan yang menerpa, apapun cobaan yang aku hadapi apakah kecil atau besar asalkan dilakukan/dilalui dengan sabar dan tulus maka akan terlewati juga Aamiin... Doain ya biar dipermudah. Harus ada niat baik serta selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dipermudah.

SELAMAT ANDA SUDAH MEMBACA SAMPAI BAWAH DAN BERTAMBAHLAH PENGETAHUAN ANDA. TERIMAKASIH.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sayang Kalian Semua.


Komentar

  1. Mantul Artikelnya, sangat Bermanfaat 👌 Nilainya 100.

    BalasHapus
  2. Artikel ini mengajarkan ku arti sebuah kenyamanan, keamanan, ketertiban, kemanusiaan, keteraturan, kerapian, kerajinan, kesopanan, kebersihan, keberanian, kekeliruan, keharmonisan, kesusilaan, kehausan, kelaparan, kemungkaran, kezoliman, keberpihakan, kecurangan, kepintaran, kebodohan, ketepatan, kelincahan, kegesitan, kekuatan, kemusyawaratan, kebablasan, kerinduan, kecintaan, kedinginan, kepanasan, kesiangan, ketindihan, ketiduran, kemasyarakatan, kejombloan, kepolosan, kelicikan, kekerabatan, kekeluargaan, keberlangsungan, kemaslahatan, kesehatan, kesakitan, ketekunan, kemanusiaan, keharuman, kebauan, kelemahan, kelebihan, kegagalan, keberhasilan, kepergian, keberangkatan, kegagapan, kecepatan, kelancaran, kemerosotan, kepercayaan, kebohongan, kesurupan, kesemutan, keindahan, kejelakan, keterkaitan, keterikatan, kesewenang-wenangan, keteraturan, kecolongan, ketampanan, kesempurnaan cintaaaaa teh kotakk

    BalasHapus
  3. Terima kasih informasinya, sangat bermanfatt

    BalasHapus
  4. Asikk keren kakak adahhhh😎sekalipun nggak terlalu ngerti beberapa hal disana, tapi best lah😉

    BalasHapus

Posting Komentar